Powered By Blogger

NASIRUDDIN MENGUBUR KUALI

Rabu, 03 September 2008

Jika ada jenazah di kubur itu biasa,
tapi jika yg di kubur itu kuali, kira-kira bagaimana ceritanya ya?



Soalnya, jika alat penanak nasi itu telah rusak, orang biasanya membuang begitu saja di tempat sampah.
Tak perlu lagi di kubur,
seperti halnya anak manusia.

Nah, inilah yg unik,
Jika ada kisah humor yg sarat pesan hikmah,
Maka salah satunya adalah kisah dari kehidupan NASIRRUDIN HOJA.



Suatu hari, Nasiruddin dan istrinya hendak menanak nasi.
Perut mrk sudah terasa keroncongan.
Sedari pagi perutnya belum di isi dgn makanan.
Namun kuali mrk telah rusak dan tak dapat lagi di gunakan lagi.
Karenanya mrk tak bisa memasak nasi.
Tersiratlah sebuah usulan dari sang istri.
"Bagaimana kalau kita pinjam kuali ke tetangga?"




usulan itu langsung di setujui oleh nasiruddin.
Lalu ia beranjak ke rumah tetangganya dan meminjam kuali yg berukuran sedang.
Setelah itu nasiruddin pulang dan menyuruh istrinya untuk memasak nasi dan akhirnya mereka bisa makan.
Luapan syukur pun terucap dari mulut nasiruddin dan istrinya.
"Alhamdulillah" ternyata allah masih memberi rizki sama kita.
Seruanya sang istri kepada nasiruddin.
Ke esokan harinya, Nasiruddin sadar bahwa tetangganya itu punya sifat kikir dan dalam setiap hal perkara.
Ia Acap kali ingin memperoleh imbalan dari pertolongan yg di berikan kpd siapa pun.

Nasiruddin lalu pergi kepasar dan membeli kuali yg berukuran kecil.
Dari pasar dia langsung menuju rumah tetangganya.
Dgn tujuan, ia ingin mengembalikan kuali milik tetangganya itu.
"saya kembalikan kuali kuali yg saya pinjam kemaren. Dlm beberapa hari ini, kuali anda telah beranak satu, yaitu kuali kecil ini,"
ungkap nasiruddn menceritakan.

"Kok bisa?" tanya tetangga kpd Nasiruddn.
"Ketika kuali ini aku pinjam, ia sedang hamil besar.
Jadi sekarang ia melahirkan anak kuali kecil ini," jelas nasiruddn menjelaskan dgn rinci. Sang tetangga pun sangat gembira mendengarnya.
Ia tak mengira bahwa kuali ya ia pinjamkan
ke nasiruddn akan beranak pinak.
Selang beberapa minggu kemudian,
Nasiruddn mencoba pinjam kuali lagi ke org tersebut.
Tanpa pikir panjang, tetangganya tak keberatan utk meminjamkan kembali kpd nasiruddn.
Soalnya, dengan meminjamkanya kuali itu, dia berharap bisa memperoleh banyak kuali lagi.
Dengan begitu, ia akan memperoleh banyak keberuntungan.
Namun sayang, tanpa di sengaja, kuali itu terjatuh ke lantai dan pecah seketika.
Melihat kejadian itu, tanpa berpikir panjang lebar,
Nasiruddin kemudian beranjak ke belakang rumah.
Ia mengambil cangkul dan menguburkan kuali itu tepat di belakang rumahnya.
Di atasnya ia tancapkan sebuah nisan persis seperti kuburan manusia.

rip

Hari berganti hari, minggu, bulan berganti bulan.
Nasiruddin tak jua kunjung mengembalikan kuali yg ia pinjam.
Tetangganya mulai merasa kehilangan.
Semula, semakin lama ia pinjamkan kuali itu, ia akan memperoleh lebih banyak kuali lagi.
Namun kecuriga'an mulai muncul,"Jangan2, Nasiruddin menjual smua anak kuali yg telah di lahirkan."
Ia lalu menemui nasiruddin di rumahnya.
"Assalammu alaikum,"sapa'an salam sang tetangga kpd nasiruddin.
Dari balik pintu terdengar jawaban salam, "Wa'alaikum salam." tetangganya kemudian di persilahkan masuk.
Nasiruddin langsun di suguhi pertanyaan mendadak,"Bagaimana dgn kuali saya.
Apa sudah selesai di pakai."

"Oh ya. Sudah,"Jawab nasiruddin singkat.
"Lalu, di mana sekarang?" tanya sang tetangga.
"Inna lillahi wainnaa ilaihi raajiuun. Saya ikut berduka cita se-dalam2nya.
Kuali anda telah meninggal dunia beberapa hari yg lalu," terang nasiruddin menjelaskan.
"kok bisa? Diakan kuali," tanya tetangga penasaran.
"Mari saya tunjukan kuburannya!" ajak Nasiruddin kpd tetangganya itu.
Mereka beranjak ke belakang rumah.
Di sana telah ada gundukan tanah beserta nisan bertuliskan "kuali" rip
Sang tetangga tercengang.
"Tidaaaak, :no: tidak kuali itu tak akan mati," debat tetangga dgn penuh penasaran :confused: .
"Kalau kmrn2 saja ia bisa melahirkan : yes: kenapa skrg ia tdk bisa mati rip ? Segala sesuatu pasti akan mati.
Kita jg akan mati rip .
Kuali jg akan mati," jelas nasirrudin dgn lantang.
Mendengar penjelasan itu, sang tetangga pergi dgn rasa penasaran dan kebingungan.
Namun apa hendak di kata, semua telah terjadi.
Jika kemarin dia mendapat untung krn lahirnya kuali baru, kini kuali miliknya justru telah tiada.

Read More…

0 komentar:

Konfigurasi HTML